Puisi Kepahlawanan II

15 Sep

Pahlawan Tak Dikenal

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring

Tetapi bukan tidur, sayang

Sebuah lubang peluru bundar di dadanya

Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tak ingat bilamana dia dating

Kedua lengannya memeluk senapan

Dia tak tahu untuk siapa dia dating

Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur saying.

Wajah sunyi setengah terngadah

Menangkap sepi padang senja

Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu

Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun

Orang-orang ingin kembali memandangnya

Sambil merangkai karangan bunga

Tapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring

Tetapi bukan tidur, sayang

Sebuah lubang peluru bundar di dadanya

Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda

%d blogger menyukai ini: